Kwalitas Pendidikan


Berbicara soal mutu sebuah pendidikan memiliki banyak pandangan yang beraneka ragam, tp menurut saya adalah untuk mengembalikan sebuah mutu sebuah pendidikan yaitu bukan hanya fasilitas sekolah yang lengkap dan kesiapan objek yang akan di trasnformasikan ilmu yang menjadi penentu, tapi sang guru itu sendirilah yang akan menentukan kwalitas pendidikan itu baik atau tidaknya. yayasan hanyalah berfungsi untuk memotivasi peningkatan mutu guru agar lebih baik. Dengan selalu penilaian kwalitas pendidikan di bawah negara lain, bisa jadi hal ini mestinya semakin memacu motivasi terutama bagi para guru tadi untuk meningkatkan kwalitas pendidikannya lewat “bagaimana menjadi guru yang baik, efektif, efisien dan berkwalitas”. Bukankah pemerintah dan yayasan yang memimpin institusi pendidikan memberikan iming-iming dengan sertifikasi atau yayasan yang hanya memperhastikan fasilitas dan kelengkapan sekolah saja.
Media informasi yang sekarang berkembang begitu pesat ternyata belum mampu untuk menampung berbagai informasi dari bidang pendidikan. Banyak sekali informasi prestasi anak negeri yang sudah dikenal dunia internasional. Namun di tempat lain di sudut negeri, masih banyak sekolah-sekolah atau pun tempat pembelajaran lain yang begitu menyedihkan kondisinya dan diperparah lagi belum ada perhatian dari pemerintah setempat untuk menangani sekolah tersebut.
Sekarang, dengan istilah lain dan beragam, pemerintah terus dan terus berupaya untuk meningkatkan mutu dengan mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan dari para praktisi pendidikan mengenai kwalitas pendidikan di negeri ini, salah satunya dengan tetap dilaksanakannya Ujian Nasional. Dengan meningkatkan standar nilai kelulusan diharapkan mutu pendidikan akan meningkat. Tentunya banyak terjadi pro dan kontra, termasuk juga dalam pelaksanaannya. Tidak bisa dipungkiri, bahwa sebenarnya tidak masalah pemerintah melaksanakan aturan tersebut. Hal ini terbukti dengan prosentasi kelulusan siswa peserta ujian yang dapat melebihi 90%, meskipun nilai ini tidak bisa dikatakan pemerintah dan masyarakat telah berhasil dalam pendidikan. Keberhasilan pendidikan bersifat semu, tergantung sekali dari tujuan pendidikan itu sendiri. Jika berdasar nilai angka, bisa jadi siswa peserta ujain berhasil jika telah dinyatakan lulus. Namun jika kita lebih menilai akan perilaku siswa nantinya setelah terdidik, belum tentu siswa yang dinyatakan lulus telah berhasil pendidikannya. Sayangnya, hal semacam ini kurang disadari pula oleh para tenaga pendidik, karena lebih mengutamakan angka matematik untuk mengukur tingkat keberhasilan pendidikan. untuk itu agar tercapai mutu yang baik tersebut yaitu  hubungan, komunikasi yang baik antara pungsionaris pendidikan dengan dewan guru atau dosen dan tetap memberikan beasiswa bagi para guru dan dosen untuk dapat belajar lagi,

Komentar ditutup.